Senin, 13 April 2009
Definisi Forex
Setelah membaca atau mencari tahu sedikit mengenai forex, mungkin Anda mengetahui seberapa besar potensi keuntungan dalam pasar forex trading. Hmm… cukup besar dalam benak Anda. Cukup besar untuk memenuhi semua impian Anda dan rasanya sepadan untuk ditekuni.
“Apa forex itu sama dengan money changer?”
“Atau sebuah perdagangan seperti saham?”
”Dari mana keuntungan yang bisa Penulis peroleh?”
“Apa itu legal?”
“Bisa rugi”
“Atau apa?”
Tunggu… Penulis tahu Anda memiliki banyak pertanyaan. Semua pertanyaan tersebut akan Kami jawab dalam buku ini. Nah, kalau begitu mari kita mulai saja perkenalan pertama kita dengan forex trading. Untuk mempermudah pengenalan Anda dengan forex, Penulis akan menganalogikan forex trading dengan money changer atau saham. Hal ini dikarenakan sebagian besar mengetahui apa itu money changer atau juga perdagangan saham .
Jika ada yang menanyakan pada Penulis apa itu forex trading maka jawabannya bisa jadi sangat bervariasi. Tapi Penulis menyukai definisi sederhana ini : forex trading adalah instrumen investasi berupa perdagangan valuta asing yang berpasang-pasangan. Forex sendiri memiliki beberapa nama lain seperti Fx, margin trading, atau bahkan perdagangan valas. Itu semua kurang lebih mengacu pada forex trading.
Keuntungan dalam berinvestasi forex (forex merupakan singkatan dari FOReign Exchange) diperoleh dari selisih antara harga beli dan harga jual dari mata uang yang kita transaksikan. Contoh sederhananya :
Pada bulan lalu Ujang membeli US Dollar sebanyak $1000 dengan kurs beli Rp.11.000,- Lalu bulan ini nilai tukar USD menguat menjadi Rp 11.500,- per Dollarnya. Maka apabila Amir menjual Dollarnya pada bulan ini maka dia memperoleh keuntungan sebesar (11.500 – 11.00) x 1000 = Rp. 500.000,- Mudah bukan?
Lho, kalau begitu forex sama persis dengan waktu kita menukar uang di money changer dong? Ya memang mirip. Makanya dari awal tadi Penulis analogikan forex dengan perdagangan di money changer. Mirip itu bukan sama. Jadi ada perbedaannya. Diantaranya metode perdagangannya yang dilakukan dengan bentuk margin trading dan tidak ada penyerahan barang secara fisik.
Forex trading diperdagangkan dalam pasangan-pasangan mata uang yang biasa disebut pairs. Contohnya USD/JPY yang artinya pasangan nilai tukar antara US Dollar dan Yen Jepang. O ya, sebelum Penulis lupa, akan ada beberapa istilah atau singkatan yang akan kita temui di dunia forex.
Diantara instrumen investasi di lantai bursa, forex trading adalah instrumen yang paling besar kapitalnya. Besar volume perdagangannya sekitar US$ 2 triliun ( ingat, dalam Dollar AS) Itu sekitar 46 kali lebih besar dibanding pasar bursa komoditi berjangka (spt karet, kopi, emas, dll) lainnya. Atau ribuan kali lebih besar dari total transaksi di Bursa Efek Jakarta!! Dengan kapitalisasi sebesar itu, maka forex trading dikenal sebagai pasar paling likuid dan terbesar di dunia.
Hanya 5% dari dana diatas yang merupakan dana pemerintah yang sifatnya rutin. 95% lainnya milik para investor bebas dari berbagai dunia. Benar-benar pasar terbesar dan sangat majemuk. Kelebihan lainnya adalah instrumen investasi yang aktif 24 jam sehari dan 5 hari seminggu. Dimulai dari pasar Eropa, Amerika, Asia dan Australia. Jadi tidak seperti Bursa Efek Jakarta yang hanya dapat bertransaksi di siang hari, pada forex trading (khususnya pada online forex trading) kita dapat bertransaksi kapan saja dan dimana saja.
Tidak semua mata uang dapat diperdagangkan disini. Hanya beberapa mata uang negara maju yang biasa dipergunakan yaitu USD (US Dollar), JPY (Yen Jepang), GBP (Poundsterling Inggris), EUR (Euro), CHF (Swiss Franc), dan AUD (Australian Dollar). Jadi apabila kita berinvestasi di pasar forex trading, maka kita tidak akan menemukan pairs berupa IDR (Indonesian Rupiah) dengan USD. Yang ada adalah pasangan-pasangan mata uang yang Penulis sebutkan sebelumnya EUR/USD, USD/JPY, CHF/USD dsb. Ingat definisi awal kita, forex trading adalah perdagangan mata uang asing dengan mata uang asing lainnya.
Ini salah satu perbedaannya dengan money changer pada umumnya. Kalau Anda pergi ke money changer dan menukar Rupiah Anda dengan Dollar, maka itu artinya Anda melakukan transaksi dengan pasangan IDR/USD alias Indonesian Rupiah dengan US Dollar. Ini tidak pernah terjadi dalam perdagangan forex. Secara tradisi, mata uang yang diperdagangkan hanyalah mata uang negara yang secara fundamental telah maju dengan volume ekspor impor yang besar serta stabil.
Ciri berikutnya dalam forex trading adalah dia tidak pernah diperdagangkan secara fisik. Yup, tidak pernah. Berbeda jika Anda harus pergi ke money changer dan menukar Dollar Anda, maka Anda diwajibkan membawanya dalam saku Anda secara fisik. Untuk forex, jual beli tidak dilakukan secara fisik. Yang tercatat hanyalah bukti transaksi saja serta kapan Anda melakukan transaksi. Pada awal kemunculannya semua transaksi forex ditulis dalam bentuk surat beharga. Lalu setelah pemakaian telepon meluas, bukti transaksi diperkecil hanya menjadi tulisan singkat saja yang biasa disebut quotes. Dari sinilah lahir istilah Dealing Quotes (DQ).
Dewasa ini perdagangan forex tidak lagi dilakukan melalui telepon. Sudah mulai ketinggalan zaman. Sekarang zamannya online. Maka semua cara transaksi dan bukti-bukti transaksi pun dilakukan secara online. Anda cukup mengisi user id dan password yang diberikan oleh penyedia platform (dalam hal ini disebut pialang atau broker) lalu, klik… dan muncullah semua detail transaksi Anda. Ini sangat mempermudah semua orang dalam bertransaksi forex karena dengan demikian siapa pun dapat melakukan transaksi dan lebih lagi, transaksi tersebut tidak lagi dibatasi oleh tempat dan waktu. Berhubung ditangani oleh sistem dan bukan lagi melalui telepon yang notabene harus dipegang oleh manusia (dealer) maka investor dapat berinvestasi forex kapan saja dia mau selama 24 jam sehari dengan berbagai kemudahan. Bahkan Penulis mengenal beberapa ibu rumah tangga yang bermain forex trading melalui rumahnya. Bermodalkan internet pada komputer rumah atau laptop mereka, maka dimulailah aksi mereka menganalisa pergerakan hara.
Sejarah Forex
Kebutuhan akan nilai tukar timbul karena mata uang suatu negara biasanya tidak diterima sebagai media atau alat tukar di negara lain. Hubungan perdagangan internasional menimbulkan adanya permintaan dan penawaran terhadap beberapa mata uang. Hal ini kemudian menyebabkan perkembangan pada bursa pertukaran mata uang asing, sehingga di perlukan pengatur untuk berjuta-juta transaksi permintaan dan penawaran yang terjadi setiap hari, yang menuju pada penentu nilai tukar mata uang asing.
Sejarah pertukaran/perdagangan mata uang dapat dikatakan setua uang itu sendiri dan baru mendapat perhatian yang serius oleh banyak negara pada dekade terakhir ini. Kalau di tinjau pada dekade standar emas (1880 – pecahnya PD I), pada masa tersebut uang dijamin oleh emas murni yang merupakan standar negara tersebut. Defisit neraca pembayaran akan ditutup dengan transfer emas, hingga mengakibatkan money supply menurun dan harga di luar negeri seakan naik, sehingga hal ini akan meningkatkan ekspor sampai defisit hilang, demikian sebaliknya. Dengan demikian, nilai mata uang relatif stabil.
Sampai PD I, standarisasi emas memungkinkan tercapainya tingkat koreksi yang tinggi terhadap neraca pembayaran. Tetapi, tidak demikian pada saat peperangan, kemungkinan besar karena tumbuhnya serikat-serikat perdagangan dan perusahaan-perusahaan besar, adanya jaminan upah dan harga sehingga tidak mudah menurunkan kecenderungan tersebut, yang berdampak berkurangnya lapangan pekerjaan. Karena membengkaknya pengangguran pada awal 1930-an, standarisasi emas tidak dipakai lagi.
Setelah perang dunia selesai dan depresi ekonomi dunia pada tahun 1930 – an, dunia menginginkan suatu stabilitas ekonomi yang lebih baik. Sehingga Pada tanggal 22 Juli 1944, atas prakarsa dari Amerika Serikat, diadakan suatu konferensi Moneter Internasional yang dikenal dengan : “The Bretton Woods Conference“, yang dihadiri 44 negara. Usulan yang diajukan oleh delegasi Amerika Serikat (White Plan) menyusun rencana-rencana dasar yang disetujui. Dalam konferensi tersebut, diciptakan suatu system pertukaran mata uang tetap yang disebut dengan “Fixed Exchange Rate System“, yang mempunyai beberapa persamaan dengan standar emas, dimana memuat ketentuan :
1. Tiap negara menetapkan nilai tukarnya terhadap mata uang USD;
2. Amerika menetapkan nilai USD terhadap emas (USD 35/ounce);
3. Amerika akan menjual emas dengan harga tetap kepada pemegang resmi dari mata uang USD;
4. Perubahan nilai tukar mata uang terhadap USD tidak boleh melebihi 1%, bila terpaksa bisa sampai max 10%.
Sejak saat itu negara – negara di dunia serta Amerika mulai tumbuh dengan pesat dan dua tahun setelah konferensi tersebut, didirikan lembaga moneter internasional & Bank Dunia yang kita kenal saat ini dengan IMF (International Monetary Fund) dan Word Bank, untuk mengawasi system tersebut.
Kemudian perubahan terjadi di Amerika, Pada periode tahun 1960-an, defisit neraca pembayaran Amerika memaksa negara tersebut melepaskan cadangan emasnya sebesar USD 18 billion karena Prancis menukarkan USD-nya dengan emas dan di lanjutkan pada periode tahun 1970-an, amerika kembali harus melepaskan cadangan emasnya sebesar USD 11 billion. Buruknya perekonomian Amerika pada waktu itu menyebabkan masyarakat dunia kurang percaya terhadap USD. Dan di negara yang memiliki mata uang yang kuat karena memiliki cadangan emas yang cukup seperti Swiss dan Jerman, mereka menukarkan USD-nya dengan mata uang mereka yaitu CHF dan MDK. Hal ini menyebabkan hutang jangka pendek yang hampir jatuh tempo di Amerika mencapai hampir dua kali cadangan emasnya.
Sistem Bretton Wood hanya mampu bertahan hampir mencapai 30 tahun, pada tanggal 15 Agustus 1971, Presiden Nixon mengumumkan perubahan system nilai tukar untuk USD dengan membiarkan nilai tukarnya mengambang (Floating Exchange Rate System), hal ini ditegaskan kembali dalam suatu konferensi di Washington pada tanggal 17-18 Desember 1971 (SMITHSONIAN CONFERENCE), dari sinilah lahirnya nilai kurs yang mengambang dan berlaku sampai dengan sekarang.
Setelah Presiden Nixon menetapkan nilai mengambang untuk mata uang USD, banyak negara yang memutuskan untuk mengambangkan nilai tukarnya, seperti : Jerman, Inggris, Belanda, bahkan Jepang dan tahun – tahun berikutnya banyak negara di dunia yang membiarkan nilai uangnya mengambang sesuai dengan mekanisme pasar, yaitu kekuatan permintaan dan penawaran.
Yoghurt
Yoghurt adalah salah satu produk fermentasi susu yang dibuat dengan menambahkan starter yang terdiri dari dua jenis bakteri yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Kedua jenis bakteri ini merombak laktosa atau gula susu menjadi asam laktat, yang selain memberi cita rasa khas pada yoghurt, juga bersifat sebagai pengawet.
Proses pembuatan yoghurt sudah dikenal sejak 4000 tahun yang lalu bahkan mungkin dimulai saat manusia mulai mendomestikasi sapi, biri-biri, dan kambing. Ketrampilan ini diwariskan turun menurun dan baru beberapa dasawarsa terakhir berkembang menjadi suatu teknologi selaras dengan kemajuan dalam bidang mikrobiologi, enzimologi, fisika, keteknikan, kimia, dan biokimia. Sekalipun demikian proses pembuatan yoghurt berdasarkan standar teknologi industri mutakhir tetap merupakan suatu kombinasi dari seni dan ilmu pengetahuan.
A. Manfaat Yoghurt
Di pasaran banyak dijumpai aneka jenis yoghurt. Plain yoghurt adalah salah satunya, yoghurt ini warnanya putih dan rasanya asam. Jenis ini cocok untuk campuran aneka jenis masakan, kue, pudding atau minuman karena cita rasanya netral. Selain plain yoghurt, ada juga fruit yoghurt, jenis yang di dalamnya sudah ditambahkan sari dan potongan buah-buahan. Fruit yoghurt lezat dimakan langsung karena sudah ditambahkan aneka buah untuk memperkaya rasa. Selain rasa buah, kini banyak juga kita jumpai yoghurt dengan aneka rasa seperti coklat, vanilla dan mocca.
Ada 10 alasan mengapa yoghurt baik untuk dikonsumsi. Diantaranya adalah :
1. Mudah dicerna. Yoghurt lebih mudah dicerna ketimbang susu. Adanya bakteri hidup dan aktif akan memproduksi enzim laktase, enzim yang jumlahnya kurang pada anak dengan intoleransi laktosa. Proses pengulturan juga akan memecah laktosa (gula susu) menjadi glukosa dan galaktosa, sehingga lebih mudah diserap oleh anak dengan intoleransi laktosa.
2. Baik untuk kesehatan usus. Yoghurt mengandung bakteri baik seperti Lactobacteria, terutama acidophilus. Bakteri itu meningkatkan bakteri baik pada kolon, sehingga akan menurunkan risiko kanker kolon.
3. Membantu proses penyerapan nutrisi. Yoghurt meningkatkan penyerapan kalsium dan vitamin B. Adanya asam laktat pada yoghurt akan membantu mencerna kalsium susu. Dengan begitu, kalsium akan lebih mudah diserap.
4. Meningkatkan kekebalan tubuh. Penelitian yang dilakukan terhadap 68 orang yang mengonsumsi yoghurt dua cangkir per hari menunjukkan hasil yang cukup positif. Mereka ini mempunyai kadar interferon lebih tinggi. Dalam kamus saku kedokteran Dorland, interferon adalah famili glikoprotein yang salah satu pembentukannya dapat dirangsang oleh bakteri, berfungsi sebagai imunoregulator dan mengeluarkan aktivitas antivirus. Penelitian lain yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa yoghurt mengandung faktor yang memiliki efek antitumor.
5. Membantu penyembuhan infeksi saluran cerna. Keberadaan virus dan gangguan saluran cerna akan membentuk luka pada lapisan usus, terutama sel-sel yang memproduksi laktase. Walau hanya sementara, anak-anak bisa mengalami intoleransi laktosa selama 1-2 bulan pasca infeksi saluran cerna. Karena mengandung sedikit laktosa dan banyak enzim laktase, para dokter sering memanfaatkan yoghurt untuk memulihkan kesehatan alat cerna.
Penelitian menunjukkan, yoghurt mempercepat penyembuhan diare pada anak.
6. Menurunkan infeksi jamur. Konsumsi satu gelas yoghurt setiap hari akan mengurangi pertumbuhan jamur pada vagina. Hal ini akan menurunkan risiko terjadinya infeksi jamur pada vagina.
7. Kaya kalsium. Dalam satu gelas yoghurt rata-rata terkandung sekitar 450 mg kalsium. Mineral ini sangat bermanfaat bagi kesehatan kolon. Orang yang diet tinggi kalsium seperti di negara Skandinavia, mempunyai tingkat kejadian kanker kolorektal lebih rendah dibanding negara lain.
8. Sumber protein. Satu gelas yoghurt tawar mengandung 10-14 gram protein atau sekitar 20 persen dari kebutuhan protein harian. Proses fermentasi membuat protein yang ada pada yoghurt lebih mudah dicerna.
9. Menurunkan kadar kolesterol. Para ahli memperkirakan, bakteri hidup yang ada pada yoghurt mampu berasimilasi dengan kolesterol. Bisa juga karena yoghurt mengikat asam empedu, sehingga menimbulkan efek menurunkan kolesterol.
10. Makanan penolong. Keberadaan protein yang mudah dicerna serta asam laktat yang meningkatkan penyerapan mineral, membuat yoghurt baik dikonsumsi oleh anak dengan gangguan penyerapan di saluran cerna.
B. Permasalahan Dalam Pembuatan
Dalam pembuatan yoghurt, starter/inokulum yang digunakan sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan antara lain pembentukan asam dan zat-zat cita rasa serta karakteristik-karakteristik lainnya. Untuk memahami betul prinsip-prinsip pembuatan yoghurt perlu dipahami tahap-tahap proses dan pengaruhnya terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
Pada metode pembuatan yoghurt secara tradisional ada beberapa masalah yang seringkali menjadi penghambat dalam peningkatan produksi, yaitu:
• Penggunaan starter yang sama secara terus menerus dapat mengubah rasio antara populasi Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus sehingga akhirnya terjadi mutasi pada turunan ke 15 sampai 20.
• Suhu inkubasi yang rendah (suhu ruang) mengakibatkan laju sintesis asam yang lambat (lebih dari 18 jam) sedangkan inkubasi pada suhu optimum 40OC-45OC hanya memerlukan 2.5-3 jam.
• Dampak negatif dari laju pembentukan asam yang lambat berupa antara lain sineresis serum susu (whey) yang menyebabkan kualitas yoghurt tidak begitu baik.
• Kandungan asam laktat yang dihasilkan selama fase fermentasi tidak dapat dikendalikan.
Walaupun metode tradisional memiliki berbagai masalah namun pada dasarnya metode pembuatan yoghurt mutakhir di industri pangan dikembangkan dari metode tradisional tersebut. Modifikasi yang dimasukkan adalah sebagai berikut:
• Penggunaan starter yoghurt murni yang dapat diperoleh dari perusahaan-perusahaan yang memproduksi starter yoghurt, bank starter atau lembaga-lembaga penelitian.
• Pembiakan starter murni tersebut diatas, di perusahaan pembuatan yoghurt dalam kondisi aseptis dan menggunakan susu steril.
• Pengendalian suhu inkubasi sehingga laju sintesis asam laktat dan lama inkubasi dapat diprediksi sebelumnya.
• Pendinginan yoghurt pada kadar asam yang dikehendaki dapat dilakukan dengan cepat sehingga kualitas yoghurt yang dihasilkan lebih seragam.
• Pengendalian proses dengan mudah oleh operator-operator semi terampil karena menggunakan metode analisis instrumen untuk memantau proses fermentasi.
C. Pembuatan Skala Rumah Tangga
Pembuatan yoghurt dapat dilakukan dengan skala produksi harian yang berbeda-beda yaitu Skala usaha kecil/rumah tangga, Skala usaha menegah yang memproduksi beberapa ratus liter yoghurt per hari serta Skala usaha besar yang memproduksi beberapa ribu liter togurt per hari. Skala produksi berpengaruh terhadap tipe yoghurt yang dihasilkan, peralatan dan mesin-mesin pengolahan yang dipakai maupun tingkat adopsi teknologi yang diperlukan.
1. Keuntungan
Pembuatan yoghurt dalam skala kecil dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan peralatan dapur, serta dengan pemahaman mendasar tentang proses fermentasi, khususnya perlunya perlakuan pemanasan susu dan pentingnya melakukan inkubasi pada suhu tertentu. Keuntungan dari membuat sendiri yoghurt di rumah adalah:
a. Tipe susu yang digunakan dapat disesuaikan dengan keinginan antara lain susu segar, susu segar pasteurisasi, susu segar UHT, susu bubuk fullkrim, atau susu bubuk skim. Selain susu sapi dapat juga menggunakan susu biri-biri, kambing, kuda, kerbau, dan sebagainya.
b. Yoghurt yang dihasilkan tidak usah ditambahi bahan aditif seperti bahan penstabil, pengemulsi, ataupun pengawet seperti umum dilakukan pada yoghurt komersial.
c. Tingkat keasaman dan kekentalan yoghurt yang dihasilkan dapat diatur sesuai selera.
d. Yoghurt yang dihasilkan tidak perlu dipasteurisasi atau disterilisasi sehingga bakteri yoghurt yang dikonsumsi masih hidup dengan segala khasiatnya bagi kesehatan.
2. Proses Pembuatan
Starter yoghurt terdiri dari dua jenis bakteri yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus dalam perbandingan 1 : 1, kedua jenis bakteri hidup dalam simbiosis dan untuk memperoleh produksi asam yang cepat perbandingan ini harus tetap dipertahankan.
Rasio antara Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus dapat dipertahankan dengan mengatur suhu inkubasi dan persentase inokulum Streptococcus thermophilus menyukai suhu 40oC sedangkan Lactobacillus bulgaricus menyukai suhu lebih tinggi dan waktu inkubasi yang lebih lama. Bila persentase inokulum diturunkan maka diperlukan waktu inkubasi lebih lama.
a. Starter
Starter dapat diperoleh dari:
1) Yoghurt komersial polos yang tidak dipasteurisasi.
2) Yoghurt buatan sendiri, baiknya yang dibuat sendiri sebelumnya.
3) Yoghurt starter kering beku (berbentuk serbuk). Tipe ini diperdagangkan dalam sachet berisi 10 g. Tipe starter ini tahan lama yaitu 6 bulan sampai 2 tahun.
Untuk starter tipe (1) dan (2) di atas dapat langsung dipakai untuk membuat yoghurt ataupun dikembangbiakkan terlebih dahulu, tetapi untuk tipe (3) harus dikembangbiakkan dulu. Mengembangbiakkan starter sebaiknya dilakukan secara aseptis agar starter tidak cepat mengalami degenerasi. Starter kering beku umumnya dapat dipakai sampai 15-20 turunan. Pengembangbiakan dapat juga dengan menggunakan metode pembuatan yoghurt namun akibatnya starter akan lebih cepat mengalami degenerasi.
b. Alat dan bahan
Uraian di bawah ini adalah metode pengembangbiakan starter dengan cara steril. Alat-alat yang diperlukan untuk pengembangbiakan starter secara aseptis antara lain:
• Botol dengan titip bersekrup untuk menyimpan susu.
• Panci susu bertutup untuk memasak susu.
• Alas/pengganjal berupa rak segitiga atau kain serbet yang akan ditempatkan di dasar panci.
• Nyala api, dari bunsen, pompa alkohol, atau lilin.
• Lemari es.
• Inkubator, botol termos bermulut lebar, kotak stiroporm, atau kotak kayu dengan lampu 40 watt.
• Termometer (0oC – 100oC).
Sedangkan bahan-bahan yang diperlukan antara lain:
• 1 liter susu.
• 5 g kultur murni starter yoghurt kering beku atau 45 ml (3 sendok makan) yoghurt polos.
c. Prosedur
Adapun prosedur pengembangbiakan starter antara lain:
1) Cuci semua peralatan dengan larutan detergen, kemudian basuh berulang kali sampai bersih betul, karena sisa-sisa detergen yang melekat pada peralatan dapat membunuh inokulum.
2) Sterilkan semua peralatan rumah tangga atau wadah yang akan dipakai dengan cara mengisinya dengan air mendidih atau dengan jalan mengeringkannya dalam oven pada suhu 170oC selama 1 jam.
3) Didihkan susunya dan kemudian dinginkan sedikit, baru tuangkan kedalam botol-botol steril hingga hampir penuh. Tutup botol-botol tersebut dengan tutup bersekrup, lalu buka kembali setengah putaran.
4) Letakkan botol-botol berisi susu didalam panci yang terlebih dahulu telah diberi alas berupa rak segitiga atau tumpukan kain serbet. Isi panci tersebut dengan air hingga batas permukaan susu dalam botol, lalu pasangkan tutupnya. Selanjutnya didihkan susu dengan menggunakan api kecil selama 1-2 jam. Selama proses itu, susu tidak boleh menggumpal atau berubah menjadi berwarna kecoklatan. Bila dalam proses tersebut susunya menggumpal, buanglah dan ganti dengan susu baru. Bila dalam proses tersebut berubah warna menjadi kecoklat-coklatan maka lain kali gunakanlah api yang lebih kecil lagi.
5) Dinginkan susu dalam botol itu secara perlahan-lahan, yaitu dengan cara mengangin-anginkannya (perhatikan: jangan dinginkan susu tersebut secara cepat, misalnya dengan memakai es). Setelah dingin, kencangkan tutupnya dan simpan dalam lemari es sampai saat akan dipakai. Biasanya susu akan tahan kira-kira 5 hari.
6) Inokulasi susu dengan starter. Kumpulkan botol berisi susu yang akan diinokulasi serta botol berisi starter. Nyalapan api (lampu alkohol, bunsen, dan sebagainya) untuk mensterilkan udara sekelilingnya. Buka tutup dari botol-botol tersebut (ingat jangan sampai menyentuh bagian dalam dari tutup-tutup tersebut).
7) Masukkan leher-leher botol tersebut ke dalam nyala api, lalu tuangkan sejumlah starter kedalam botol susu (perhatikan peraturan pemakaian yang diberikan oleh laboratorium penghasil inokulum tersebut). Usahakanlah agar pada saat menuangkan inokulum kedalam botol susu, kedua botol tersebut didekatkan pada nyala api. Tutuplah kedua botol tersebut, lalu botol berisi susu yang akan diinokulasi dikocok agar starter tercampur merata dalam susunya. Bila menggunakan inokulum berupa yoghurt komersial, gunakanlah 15-30 ml (1-2 sendok makan) per liter susu. Sedangkan untuk starter kering beku umumnya 5 g untuk tiap liter susu.
8) Inkubasikan botol-botol berisi susu yang telah diinokulasi itu pada 45oC selama 3-4 jam. Hal ini dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut: Dengan menyimpan botol-botol itu dalam inkubator yang disetel pada 45oC. Dengan menyimpan botol susu didalam air hangat bersuhu 46oC selama 10 menit (bila perlu panaskan kembali airnya) sampai temperatur susunya mencapai 46oC. Selanjutnya pindahkan botol-botol susu itu kedalam termos berleher besar, dan tuangkan air bersuhu 46oC tadi kesekelilingnya. Tutup termosnya dan diamkan selama 3-4 jam. Sebagai ganti termos dapat juga dipakai kotak stiroform atau kotak kayu berlampu listrik.
9) Setelah 3 jam periksa apakah isi botol telah mengkoagulasi. Bila sudah mengkoagulasi, keluarkan dari termos, keringkan dengan lap dan simpan segera dalam lemari es. Bila susu masih tetap cair, panaskan kembali botol berisi susu tersebut hingga 46oC dan simpan lagi dalam termos. Air dalam termos juga harus memiliki suhu 46oC. Selanjutnya jika ternyata sudah 6 jam masih juga cair, buanglah susu tersebut dan ulangi dengan menggunakan starter baru.
Apa Itu Google Adsense ?
Tidak mengherankan jika sekarang ini semua orang berlomba-lomba untuk mempelajari bagaiman cara menghasilkan uang dari internet, jadi sangat rugi jika kita tidak ikut-ikutan mencari uang melalui internet. Banyak cara dan pilihan untuk mencari uang di internet, salah program yang sangat populer saat ini adalah Google Adsense.
Adsense adalah salah satu bisnis milik perusahaan Google. Anda pasti sudah tahu Google bukan? Google adalah perusahaan kelas dunia yang sangat kaya, websitenya adalah www.Google.com.
Google.com sudah terkenal sebagai website tempat dimana orang mencari segala sesuatu yang dibutuhkan di internet. Hampir semua informasi di dunia ini bisa dicari melalui Google. Oleh karena itu, semakin banyak orang atau perusahaan yang ingin menampilkan informasi mereka pada Google dengan harapan akan ditemukan oleh orang yang mencari.
Untuk mencari informasi di google, caranya sangat mudah serta tidak usah membayar, cukup masuk ke websitenya Google.com dan ketikkan apa yang anda cari. Sedangkan untuk menampilkan informasi milik anda di Google ada yang bayar, ada juga yang gratis. Bahkan tanpa kita masukkan pun, informasi yang telah kita tuliskan di website kita bisa masuk sendiri ke Google karena google itu memiliki robot yang keluyuran ke setiap website di dunia ini dan mengumpulkan informasi untuk disimpan di website Google itu sendiri.
Google semakin terkenal, semakin banyak orang ingin “memajang” informasi di sana atau mengiklankan diri di sana agar ketemu (kalau bisnis kemudian agar laku) maka jadilah website Google sebagai website periklanan, bisa iklan gratis dan tetap dahsyat, bisa juga berbayar untuk posisi khusus yang lebih sering muncul. Secara lebih luas, program periklanan bisa kita sebut sebagai pemasaran, dalam hal ini adalah pemasaran melalui internet, dan istilah kerennya adalah internet marketing.
Namun, jika informasi yang dikelola Google hanya tersentral di website Google.com maka itu masih sangat terbatas dan berarti untuk mencari informasi yang telah masuk ke Google harus pula ke website Google. Itu masih kurang cemerlang. Semakin banyak orang yang menggantungkan iklan mereka ke Google dan membayar tentu saja. Itulah yang membuat Google semakin kaya dan besar, dari program periklanan mereka. Di level ini Google masih bekerja sendirian. Terbatas pada sumber daya yang mereka punya saja.
Google mengerti tentang faktor kali yang dapat melesatkan bisnisnya tersebar ke seluruh dunia menggunakan website orang lain, tenaga dan waktu orang lain, Google kemudian tidak mau lagi bekerja sendirian. Google ingin, walaupun seseorang tidak mengunjungi website Google.com sekalipun orang tetap dapat menerima informasi yang berasal dari website mereka. Akhirnya Google membuat suatu jaringan iklan ke seluruh dunia menggunakan jutaan website orang lain untuk menayangkan atau menampilkan informasi iklan bisnis pelanggan Google (pelanggan yang membayar).
Dari pelanggan yang membayar inilah salah satunya Google dapat uang, pelanggan yang membayar ini disebut sebagai ADVERTISER, pelanggan ini memasukkan iklan mereka ke google melalui program yang disebut Google Adwords. Sedangkan orang yang yang menyediakan sebagian space di websitenya untuk menampilkan iklan pelanggan google yang membayar tadi, disebut penayang atau PUBLISHER. Publisher ini tentu saja mendapatkan bayaran dari Google, karena publisher membantu Google menayangkan iklan mereka tadi, metode pembayaran komisi seperti ini biasa disebut dengan nama pay per click (PPC). Anda punya gambaran sekarang ? Ya, program Google yang memungkinkan kita yang punya website untuk bekerjasama dengan Google menayangkan iklan mereka inilah yang kemudian disebut Google Adsense yang sekarang sangat terkenal itu.
Orangnya:
Advertiser = membayar ke Google, karena mereka beriklan.
Publisher = dibayar Google, karena membantu google menayangkan iklan.
Untuk memudahkan pamahaman kita, sebut saja orang yang menayangkan iklan google tadi (Publisher) adalah ANDA. Sedangkan pemasang iklan (Advertiser) adalah jutaan orang lain di dunia ini.
Agar iklan google tampil di website anda, maka anda harus mendaftar dulu ke Google untuk ikut serta dalam program Google Adsense. Nanti Anda akan dapat kode adsense (Adsense Code) untuk diletakkan di website Anda. Adsense Code ini bukan iklan, melainkan kode program saja. Setelah ditempelkan di website Anda maka Adsense Code ini tadi akan mengambil isi iklan secara otomatis yang cocok dengan tema website Anda. Iklan yang sudah diambil tadi (di-load) kemudian akan tampil sebagai Iklan di Website Anda.
Jika topik website Anda tentang FOREX, maka iklan yang muncul pun seputar Forex. Lain waktu kita akan membahas mengapa demikian. Yang perlu anda bayangkan sekarang bahwa iklan Google akan bersesuaian dengan isi website sehingga disebut targeted ads (iklan yang tertarget).
Jutaan orang memasang iklan mereka melalui program Google Adwords. Kemudian di Website Anda yang telah dipasang kode adsense akan muncul iklan seperti contoh gambar di atas. Setiap kali iklan Google yang tampil di website di website Anda tadi di-klik orang maka Anda dibayar oleh Google. Google dibayar siapa ? ya oleh jutaan pemasang iklan tadi yang iklannya diklik. Misalnya: Waktu diklik maka si Advertiser membayar Rp1000, Google ngambil Rp500 dan Anda dibayar Rp500 (ini contoh saja).
Pemasang iklan bayar sebagai biaya iklan. Seperti di koran atau di TV, orang kan bayar iklan walau belum tentu apa yang mereka iklankan laku, ya bayar sebagai biaya iklan. Google terima duit, Anda yang membantupun mendapat komisi. Kerja sama dalam bisnis periklanan yang saling menguntungkan. Orang seperti Anda yang memilki website (tadi penulis asumsikan anda sebagai pemain Google Adsense) jumlahnya jutaan orang atau mungkin ratusan juga di dunia ini. Iklan yang dipasang oleh advertiser melalui Google Adwords tadi pun tampil di jutaan website seperti milik Anda. Program periklanan atau pemasaran atau marketing seperti ini menjadi sebuah bisnis kelas dunia yang sangat besar. Dan karena dilakukan melalui internet maka disebut sebagai Bisnis Internet Marketing Yang Besar: Adsense Bisnis Internet Marketing!
Sekarang anda sudah faham konsepnya, bahwa Google Adsense adalah Bisnis Internet Marketing yang dahsyat. Anda juga sudah faham konsepnya mengapa pemain Adsense bisa dapat uang, dari mana dapat uang, mengapa dibayar dan siapa yang membayar.
Dengan menjalankan program Google Adsense Anda bisa memperolah penghasilan tambahan yang sangat besar. Dengan memasang iklan lewat program Google Adwords maka iklan Anda dapat tersebar seketika ke seluruh dunia. Kalau apa yang anda tawarkan di Google Adwords adalah bisnis yang dahsyat maka hasilnya bisa menjadi bisnis laris yang laku semakin dahsyat.
Potensi Penghasilan dari Google Adsense
• Adsense for content
• Adsense for search
• Adsense for mobile content
• Adsense for Feeds
• Adsense for video
Adsense for content (adsense untuk konten)
Adsense for content adalah produk google adsense dimana jenis-jenis iklan adsense yang akan muncul pada halaman website adsense Anda, akan menyesuaikan sesuai dengan isi content atau tulisan yang ada pada halaman tersebut. Jadi iklan google adsense yang satu ini khusus untuk ditempatkan pada halaman yang ada content nya. Jangan menempatkan script code adsense for content ini pada halaman yang tidak ada artikelnya, karena itu melanggar kebijakan program google adsense.
Adsense for search (adsense untuk pencarian)
Adsense for search merupakan jenis atau produk iklan google adsense berbentuk kotak pencarian. Kotak pencarian (adsense for search) tersebut, Anda tempatkan di website untuk mendapatkan penghasilan tambahan tentunya. Bagaimana cara kerja adsense for search ? Ketika ada pengunjung website Anda yang mengetikkan kata kunci tertentu pada kotak adsense for search, maka otomatis google akan menampilkan situs-situs terkait dengan kata kunci (keywords) yang diketikan tersebut. Nah, website-website yang beriklan pada google adsense, dihasil pencarian biasanya berada pada urutan di atas. Nah, apabila pengunjung tersebut langsung mengklik hasil pencarian yang berada di urutan atas, Anda akan mendapatkan bayaran dari google. Sebagai catatan, jumlah website yang beriklan di google bervariasi tergantung keywords. Artinya : ketika ada pengunjung yang mengetikan keyword misal “nyamuk”, belum tentu ada website yang berbayar muncul pada hasil pencarian dengan adsense for search.
Adsense for mobile content (adsense untuk mobile)
Adsense for mobile memungkinkan para publisher google adsense untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Prinsipnya sama dengan produk adsense for content, yang berbeda adalah Anda harus punya website mobile, artinya suatu website yang bisa dibuka dalam jendela mobile (contoh handphone). Tidak semua website bisa dibuka di jendela mobile. Anda bisa membuat website mobile untuk website biasa anda. Misalnya : website wanditedc.blogspot.com bukan merupakan website mobile. Anda diijinkan oleh google untuk membuat website mobile-nya dengan menyalin semua content web tersebut dan membuat ulang dengan website mobile. Biasanya format website mobile berekstensi XHTML, WML atau CHTML.
Adsense for Feeds (adsense untuk feed)
Adsense for feeds berbeda dengan adsense yang lain, Anda tidak harus menyisipkan kode adsense ke dalam feed, agar iklan google adsense ditampilkan. Anda hanya tinggal mengatur alamat feed, melalui account google adsense Anda. Misalkan dalam website adsense milik Anda, ditambahkan link yang berisi feed ke suatu website lain. Nah, apabila anda telah melakukan setup alamat feed tersebut di adsense for feeds, maka secara otomatis, ketika orang berkunjung ke feeds tersebut melalui link tadi, iklan google adsense akan muncul menyesuaikan dengan isi feed tadi.
Adsense for video (adsense untuk video)
Adsense for video memungkinkan publisher yang memiliki content berupa video mendapatkan penghasilan tambahan dari adsense for video. Sampai tulisan ini dibuat, adsense for video masih dalam tahapan BETA, hanya bisa ditampilkan pada halaman dan video berbahasa inggris, dimana baru akan muncul untuk pengunjung berasal dari amerika serikat. Jadi untuk sementara, walaupun anda memasang adsense for video, kalo dibuka di indoneis, iklan itu tidak muncul. Iklan google adsense for video ditampilkan dalam 2 format sekaligus yaitu video dan teks.
Sebenarnya berapa yang bisa kita dapatkan dari adsense ? itu tergantung dari barapa harga dibayarkan oleh pemasang iklan tersebut melalui program Google Adword. Ada yang cuma 5 cent perklik, tapi ada yang mencapai $10 hingga $12 perklik, dan kita mendapat beberapa persen dari harga tersebut.
Sebelum kita memutuskan dan berangan-angan, berapa banyak uang yang ingin kita hasilkan dari adsense, akan lebih baik jika kita tahu bagaimana cara melakukannya. Misalnya kita mempunyai target income $100.000 pertahun dari adsense, apakah itu memungkinkan ? coba kita hitung $100.000 dibagi 365 hari = $274 perhari. Itu berarti kita harus membuat 274 halaman, dan setiap halaman menghasilkan $1. Atau 548 halaman dan setiap halaman menghasilkan 5 cent. Atau 1096 halaman dan setiap halaman menghasilkan 25 cent.
Hipotesanya mungkin begini, untuk menghasilkan $1 perhalaman setiap harinya, berarti setiap halaman perlu:
1. 400 pengunjung, 5% click-through rate (CTR) dan rata-rata 5 cent payout.
2. Atau 200 pengunjung, 10% CTR dan rata-rata 5 cent payout.
3. Atau 100 pengunjung, 10% CTR, dan rata-rata 10 cent payout.
4. Atau 100 pengunjung, 5% CTR, dan rata-rata 20 cent payout.
5. Atau 50 pengunjung, 10% CTR dan 20 cent payout rata-rata .
6. Atau 25 pengunjung, 20% CTR dan 20 cent payout rata-rata.
7. Atau 20 pengunjung, 10% CTR dan 50 cent payout rata-rata.
8. Atau 10 pengunjung, 20% CTR dan 50 cent payout rata-rata.
9. Atau 5 pengunjung, 20% CTR dan $1 payout rata-rata.
Mohon dikoreksi bila hitungannya salah. Coba kita ambil tengahnya saja, anggaplah kita menginginkan 50 pengunjung perhalaman. Kita punya 274 halaman, dan untuk setiap halaman kita ingin menghasilkan $1 perhari. Berarti yang kita butuhkan adalah 274 x 50 = 13.700 pageview perhari. Hm.. tampaknya terlalu berat ya. Berarti yang harus kita lakukan adalah mencari keyword yang bernilai tinggi, dan mencari cara untuk meningkatkan CTR.
Kita coba dengan skenario yang berbeda, anggaplah kita menemukan keyword yang bisa menghasilkan $1 perhari dari setiap 10 pengunjung. Itu berarti: dengan 274 halaman X 10 pengunjung = 2740 pageview perhari. Jika dari 10 pengunjung membaca rata-rata 3 halaman, berarti yang kita butuhkan adalah 913 unique pengunjung perhari. Ini juga tampaknya masih cukup berat, maka yang mungkin bisa kita lakukan adalah membaginya menjadi 2 atau 3, 4, dan seterusnya. Caranya ? dengan membuat blog-blog lain sebanyak angka pembagi yang kita inginkan.
Ternyata tidak semudah yang kita impikan untuk mencari uang melalui adsense, tapi adakah cara yang mudah ? tidak ada. Semua cara membutuhkan kerja keras dan perjuangan yang tak kenal lelah. Karena itu kita perlu belajar sungguh-sungguh dan lebih dalam lagi jika ingin meningkatkan pendapatan melalui adsense.
Kebijakan Program Google Adsense
• Hindari adanya klik iklan tidak valid pada website adsense Anda. Jangan sesekali mengklik iklan google adsense yang ada pada website Anda, itu pasti ketahuan dan account google adsense anda akan dinonaktifkan bahkan ditutup. Jangan menggunakan cara-cara licik untuk mendapatkan klik dengan cara seperti : menggunakan program robot yang otomatis untuk mengklik, mencoba bertukar klik dengan teman, mengiklankan untuk mengklik pada orang lain dan membagi hasilnya dengan mereka dan lain-lain.
• Hindari Mengarahkan orang untuk mengklik iklan google adsense Anda, atau memberikan tipuan sehingga orang tidak sengaja mengklik iklan.
• Tidak boleh menggunakan kata-kata atau frase seperti “klik iklan ini”, “dukung kami”, “kunjungi link ini” atau bahasa lain yang mirip baik itu bahasa Indonesia maupun inggris dan lain-lain.
• Tidak boleh mengarahkan iklan dengan menggunakan tanda panah ataupun bentuk grafis lainnya
• Tidak boleh menempatkan gambar yang menyesatkan di samping setiap iklan
• Tidak boleh mempromosikan website yang menampilkan iklan melalui email massal yang tidak dikehendaki atau iklan yang tidak diinginkan di buku Web pihak ketiga
• Tidak boleh memberikan kompensasi kepada pengguna untuk melihat iklan atau melakukan pencarian, atau menjanjikan kompensasi kepada pihak ketiga atas perilaku tersebut
• Tidak boleh menempatkan label yang menyesatkan di atas unit iklan Google Adsense, misalnya iklan berlabel "Link Sponsor" , "Buku Favorit" dan lain-lain. Gunakanlah “advertisement” ataupun lainnya
• Iklan google adsense harus ditempatkan pada website atau halaman website yang menggunakan bahasa yang didukung oleh program google adsense.
• Iklan google adsense tidak boleh ditempatkan pada website ataupun halaman website yang berisi content kekerasan, SARA, dukungan terhadap seseorang, dukungan terhadap perorangan atau organisasi, content pornografi, content hacking/cracking, obat-obatan terlarang, peralatan obat-obatan terlarang, content berkaitan dengan judi / kasino, content seronok, content tentang program untuk mengklik iklan atau penawaran melakukan pencarian atau membaca email.
• Kata kunci (keywords) yang berlebihan, berulang, atau tidak relevan dengan isi content suatu halaman website
• Hindari Konten yang bersifat tipu daya atau manipulatif atau struktur iklan untuk meningkatkan peringkat mesin pencari di buku Anda, misalnya Peringkat Halaman website
• Iklan google adsense tidak boleh ditempatkan pada content tentang Penjualan atau promosi senjata atau amunisi (contoh pistol, pisau, obat bius)
• Penjualan atau promosi bir atau alkohol berat
• Penjualan atau promosi tembakau atau produk yang terkait dengan tembakau
• Penjualan atau promosi obat resep
• Penjualan atau promosi produk yang merupakan tiruan atau imitasi barang bermerek
• Penjualan atau distribusi makalah ujian atau tugas siswa
• Konten lainnya yang ilegal, mempromosikan aktivitas ilegal, atau melanggar hak hukum pihak lain
• Iklan google adsense tidak boleh ditampilkan pada halaman website yang berisi content yang dilindungi oleh undang-undang hak cipta, kecuali sudah mendapatkan ijin dari pemiliknya.
• Kualitas content harus memiliki kualitas yang dipersyaratkan oleh google mengenai kualitas content.
• Website Anda yang berisi iklan google adsense harus mempunyai navigasi yang baik, tidak boleh berisi pop-up berlebihan.
• Code Script google adsense tidak boleh diganti
• Website/buku yang menampilkan iklan Google Adsense tidak boleh berisi pop-up atau pop-under yang mengganggu navigasi buku, mengubah preferensi pengguna, atau memulai proses download.
• Kode Google AdSense apapun harus disisipkan langsung ke halaman Web tanpa modifikasi. Peserta AdSense tidak boleh mengganti bagian apapun dalam kode atau mengubah aktivitas, penargetan, maupun penayangan iklan. Misalnya, klik pada iklan Google tidak boleh ditampilkan di jendela browser baru.
• Buku atau pihak ketiga tidak dapat menampilkan iklan, kotak pencarian, atau tombol referensi sebagai hasil tindakan aplikasi perangkat lunak apapun, seperti toolbar.
• Tidak ada kode AdSense yang dapat digabungkan dengan aplikasi perangkat lunak.
• Halaman Website yang berisi kode google AdSense tidak boleh diambil dengan perangkat lunak apapun yang dapat memicu pop-up, mengarahkan ulang pengguna ke buku Web yang tidak dikehendaki, memodifikasi pengaturan browser, atau mengganggu navigasi buku. Anda bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tidak ada jaringan iklan atau afiliasinya yang menggunakan metode tersebut dalam mengarahkan lalu lintas ke halaman yang berisi kode google AdSense.
• Bagi Anda yang mengikuti program google adsense, apabila website Anda yang berisi iklan google adsense, Anda dapat mengiklankan website tersebut dengan memenuhi persyaratan halaman website dari google. Misalnya, jika Anda mengiklankan website yang berisi iklan google AdSense, maka iklan tersebut tidak boleh memperdaya pelanggan atau pembaca
Manfaat Blog
Jika dulu mungkin kita mengenal internet hanya sebagai sarana untuk hiburan, bersenang-senang, atau pengisi waktu luang. Dulu mungkin kita beranggapan internet hanya untuk mereka yang berotak brilliian, punya uang banyak, bisnis besar, fasilitas lengkap, dan karir mantab. Jika dulu untuk membuat sebuah website, kita harus mengerti hal-hal teknis yang rumit, punya modal besar, dan fasilitas yang memadai. Tapi sekarang tidak lagi, semenjak adanya blog, internet menjadi semakin ramah dan mudah. Internet tidak lagi menjadi tempat yang menakutkan. Internet sekarang bukan hanya untuk mereka yang berduit dan tidak lagi sebagai tempat membuang waktu, tenaga dan duit. Internet bisa jadi tempat mencari teman, pengalaman, pekerjaan, duit, pengetahuan, meningkatkan kemampuan. Semoga saja biaya akses internet di Indonesia semakin murah dan ramah, agar semua kalangan bisa lebih merasakan manfaatnya.
A.Definisi Blog
Internet bisa jadi sarana untuk mengekpresikan diri, dan blog adalah salah satunya. Blog bisa jadi tempat menuangkan ide, yang dulu mungkin sulit untuk kita ekspresikan. Blog memberikan kita banyak kesempatan untuk mengekspresikan diri, blog juga bisa jadi sarana yang paling tepat untuk mengembangkan diri. Saat ini membuat website bukanlah suatu hal yang sulit. Blog dapat dijadikan salah satu alternatif, jika Anda ingin membuat website. Dengan blog Anda dapat membuat suatu website sederhana sesuai dengan keinginan Anda dengan mudah dan gratis. Apakah yang dimaksud dengan blog itu ? Berikut beberapa definisi mengenai blog:
• Weblog atau blog merupakan teks dokumen, gambar, objek media dan data yang tersusun secara hierarkis dan menurut kronologi tertentu yang dapat dilihat melalui bowser internet (misalnya internet explorer)
• Blog merupakan publikasi secara periodik dan tetap mengenai pemikiran personal seseorang dan juga link web
• Blog adalah jurnal yang disediakan pada sebuah web. Aktivitas meng-update sebuah blog dinamakan “blogging”. Seseorang yang mengelola blog disebut “blogger”
• Blog adalah suatu perjalanan yang berkesinambungan, dengan buku logika yang berkelanjutan dan konsisten. Topik dan pembahasan di dalam sebuah blog biasanya konsisten pada topik utama, misalnya politik, sastra, musik dan sebagainya
• Blog adalah jurnal yang disediakan pada web. Blog dapat di-update setiap hari dengan suatu aplikasi yang disediakan oleh penyedia. Tidak dibutuhkan suatu keahlian khusus untuk melakukan update atau mengelola blog. Posting dalam blog tersusun secara teratur sesuai kriteria tertentu, biasanya dengan pengaturan urutan tanggal
B. Manfaat Blog
Mengapa blog begitu spesial ? apa yang bisa blog berikan untuk kita ? apa manfaat yang bisa kita dapat dari blogging, terutama untuk karir dan bisnis ?
1. Membangun network, blogger (pemilik blog) menempatkan dirinya melalui blog, menulis topik-topik yang diminatinya atau tentang bisnis yang dijalaninya. Dan orang yang mempunyai minat yang sama dengan sang blogger, akan tertarik dan berusaha mengenal lebih dekat. Blog memberikan kita kesempatan untuk meningkatkan dan memperluas network. Jika pada kehidupan nyata untuk mengembangkan network, mungkin kita terhambat dengan sarana dan biaya yang kurang memadai. Blog memberikan kesempatan yang sangat luas bagi kita untuk mengembangkan jaringan. Blog memberikan kita kesempatan untuk diakses dan dikenal secara global. Dengan blog kita bisa menjangkau berbagai tempat, yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bayangkan betapa besar peluang dan potensi yang bisa blog berikan untuk mengembangkan network bisnis kita.
2. Memberikan pekerjaan, bagaimana ini bisa terjadi ? Blogger yang mempunyai skill tertentu, menuliskan semua yang dikuasainya melalui blog. Dan percayalah, jika kita memang ahli dibidang tertentu, banyak orang atau perusahaan yang akan mencari. Blog bisa dijadikan sebagai resume, untuk menjelaskan dan memperkenalkan kepada dunia keahlian yang kita miliki.
3. Teknik melatih diri, untuk benar-benar mendapat perhatian, sang blogger harus rutin menulis tentang topik yang diminatinya. Terutama pada masa-masa permulaan. Dan sebagaimana kita ketahui, hal-hal kecil namun jika rutin mengerjakannya, akan memberikan dampak yang besar. Dengan melakukan kegiatan rutin ini, tanpa sadar sebenarnya kita telah melatih diri untuk disiplin, dan komitmen. Dan 2 hal ini yang sangat menentukan bagi karir dan bisnis, dan blog bisa memberikan itu.
4. Membantu peningkatan karir lebih cepat, melalui blog kita bisa memperkenal diri pada dunia, bahwa kita mempunyai suatu keahlian yang berguna. Jika pada dunia nyata, untuk dapat meningkatkan karir kita membutuh waktu yang sangat lama. Jika pada dunia nyata kita harus secara aktif mendatangi orang-orang yang bisa membantu peningkatan karir, dan mempromosikan diri. Blog juga bisa melakukan hal itu, melalui tulisan orang akan menilai kemampuan yang kita miliki.
5. Membangun bisnis sendiri jadi lebih mudah, kita tidak bisa membangun bisnis sendiri, kecuali kita bisa mempromosikan, dan menjual sendiri. Blog bisa jadi sarana untuk melakukan itu. Blog bisa jadi tempat untuk bereksperimen, bereksperimen teknik-teknik mempromosikan produk dan jasa yang dimiliki. Kita akan tahu bagaimana cara agar produk dan jasa yang hendak kita tawarkan bisa ditemukan oleh calon pembeli.
6. Memberikan kesempatan yang lebih luas, membangun blog berarti membangun reputasi. Punya reputasi berarti punya banyak hal. Rasanya tidak perlu diragukan lagi apa manfaat reputasi bagi bisnis ataupun karir. Melalui blog kita bisa memperluas reputasi, itu juga berarti semakin luas kesempatan yang kita miliki untuk membangun bisnis ataupun karir.
7. Mengembangkan kreativitas, blog tidak hanya sekerdar text atau tulisan. Blog bisa berupa gambar, video, ataupun audio. Blog merupakan sarana untuk mengembangkan kreativitas, sarana untuk bereksperimen teknik-teknik menarik perhatian calon pembeli. Bereksperimen menggunakan cara-cara yang belum pernah digunakan sebelumnya.
8. Membuat dunia jadi tempat yang lebih baik, jika dulu kita menggunakan internet hanya untuk mencari dan mengambil informasi, kita hanya ingin mengambil dan mengambil. Tanpa punya kesempatan untuk memberi dan berbagi. Tapi dengan blog kesempatan itu jadi terbuka luas. Kita tidak lagi jadi orang yang hanya ingin mengambil keuntungan dan menyimpannya untuk diri sendiri. Dengan blog kita jadi bisa berbagi berbagai hal, dan sifat itu yang akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, berbagi !!. Tidakkah kita ingin membuat dunia ini jadi tempat yang lebih baik ?
Setiap proses penguraian yang dilakukannya bisa mengakibatkan berbagai perubahan baik secara kimia maupun fisika. Karena itu, jasad renik dinyatakan baik jika perubahan hasil karyanya menguntungkan (misalnya dalam proses fermentasi) dan ia dinyatakan jahat apabila perubahan tersebut merugikan, contohnya saat makanan menjadi busuk.
Di dalam tubuh, terutama dalam proses enzimatik, jasad renik ini memiliki peran di dalam proses perubahan senyawa organik (karbohidrat, protein dan lemak) menjadi energi dan senyawa anorganik. Jadi tidaklah mengherankan kalau bahan makanan sejak bahan baku sampai menjadi bahan makanan yang siap dikonsumsi tidak terbebas dari dari kehadiran jasa renik, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan.
Bakteri, khamir, protozoa, dan ganggang adalah jasad renik bersel tunggal, sedangkan kapang dan beberapa jenis ganggang merupakan jasad renik multisel. Berbagai jenis mikroba ini dapat memberikan manfaat maupun efek merugikan bagi kehidupan manusia.
A.Definisi Fermentasi
Fermentasi berasal dari bahasa latin ferfere yang artinya mendidihkan, yaitu berdasarkan ilmu kimia terbentuknya gas-gas dari suatu cairan kimia yang pengertiannya berbeda dengan air mendidih. Gas yang terbentuk tersebut di antaranya karbondioksida (CO2).
Penemuan cara fermentasi ini diawali dengan pembuatan bir sekira 6.000 tahun sebelum masehi. Selain itu pembuatan roti dengan bantuan khamir atau ragi sekira 4.000 tahun sebelum masehi (SM). Pembuatan produk fermentasi kecap dan tauco di Cina sejak 722 SM. Kira-kira abad ke-17 mulai berkembang fermentasi anggur menggunakan bakteri Acetobacter menghasilkan asam asetat (asam cuka). Kemudian pada tahun 1817, mulai diproduksi enzim dari tumbuhan dan jaringan hewan yang dapat memecah zat pati menjadi gula maltose (diastase). Kemudian tahun 1860, suatu enzim dari khamir dapat memecahkan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
Akhirnya banyak penelitian yang dilakukan para ahli dan melahirkan istilah baru dari fermentasi yaitu reaksi oksidasi-reduksi, di mana zat yang dioksidasi (pemberi elektron) maupun zat yang direduksi (penerima elektron) adalah zat organik dengan melibatkan mikroorganisme (bakteri, kapang dan ragi). Zat organik yang digunakan umumnya glukosa yang dipecah menjadi aldehida, alkohol atau asam.
Untuk melakukan metabolisme, mikroorganisme membutuhkan sumber energi berupa karbohidrat, protein, lemak, mineral dan zat-zat gizi yang terdapat dalam bahan pangan. Dalam proses fermentasi tampaknya mikroorganisme pertama kali akan menyerang karbohidrat, kemudian protein dan selanjutnya lemak. Bahkan terjadi tingkatan penyerangan terhadap karbohidrat yaitu terhadap gula, kemudian alkohol. Baru setelah itu terhadap asam.
B.Tipe Fermentasi
Fermentasi terbagi dua tipe berdasarkan tipe kebutuhan akan oksigen yaitu tipe aerobik dan anaerobik. Tipe aerobik adalah fermentasi yang pada prosesnya memerlukan oksigen. Semua organisme untuk hidupnya memerlukan sumber energi yang diperoleh dari hasil metabolisme bahan pangan, di mana organisme itu berada. Mikroorganisme adalah organisme yang memerlukan energi tersebut. Bahan energi yang paling banyak digunakan mikroorganisme untuk tumbuh adalah glukosa. Dengan adanya oksigen maka mikroorganisme dapat mencerna glukosa menghasilkan air, karbondioksida dan sejumlah besar energi.
Sedangkan tipe anaerobik adalah fermentasi yang pada prosesnya tidak memerlukan oksigen. Beberapa mikroorganisme dapat mencerna bahan energinya tanpa adanya oksigen. Jadi hanya sebagian bahan energi itu dipecah, yang dihasilkan adalah sebagian dari energi, karbondioksida dan air, termasuk sejumlah asam laktat, asetat, etanol, asam volatile, alkohol dan ester.
Pada tipe-tipe tersebut harus diperhatikan perubahan secara mikrobiologi dalam makanan, di mana mikroba yang bersifat fermentatif dapat mengubah karbohidrat dan turunannya menjadi alkohol, asam dan karbondioksida. Disusul dengan mikroba proteolitik dapat memecah protein dan komponen nitrogen lainnya, sehingga menghasilkan bau busuk yang tidak diinginkan. Sedangkan mikroba lipolotik akan menghidrolisa lemak, fosfolipid dan turunannya dengan menghasilkan bau tengik.
Bila alkohol dan asam yang dihasilkan mikroba cukup tinggi, maka pertumbuhan mikroba proteolitik dan lipolitik dapat dihambat. Jadi pada prinsipnya, fermentasi adalah menumbuhkan pertumbuhan mikroba pembentuk alkohol dan asam, dan menekan pertumbuhan miroba proteolitik dan lipolitik. Faktor keberhasilan fermentasi sangat ditentukan jenis bahan pangan (substrat). Mikroba membutuhkan energi yang berasal dari karbohidrat, protein, lemak, mineral dan zat-zat gizi lainnya yang ada dalam bahan pangan (substrat).
Demikian pula dengan macam mikroba. Yang perlu dimiliki mikroba dalam fermentasi adalah harus mampu tumbuh pada substrat dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya, dan mikroba harus mampu mengeluarkan enzim-enzim penting yang dapat melakukan perubahan yang dikehendaki secara kimia. Fermentasi dipengaruhi pula kondisi lingkungan yang diperlukan bagi pertumbuhan mikroba yaitu suhu, udara (oksigen), kelembaban, garam, asam.
C.Manfaat Fermentasi
Fermentasi merupakan kegiatan mikrobia pada bahan pangan sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki. Mikrobia yang umumnya terlibat dalam fermentasi adalah bakteri, khamir dan kapang.Berdasarkan bahannya, produk fermentasi terdiri dari beberapa jenis diantaranya adalah :
1.minuman beralkohol seperti bir, sake, brem, wine (anggur),
2.Produk fermentasi berbahan susu seperti keju, dan yoghurt.
3.Produk fermentasi sayuran seperti sourkrout (acar kubis), pikel (acar timun).
4.Produk serelia seperti roti
5.Produk kacang kedelai seperti tempe, oncom, tauco, kecap.
Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok. Di Indonesia telah banyak makanan yang kita kenal merupakan hasil dari fermentasi dan telah diwariskan secara turun temurun. Makanan fermentasi merupakan makanan yang digunakan sebagai menu makanan sehari-hari, karena cara membuatnya mudah, praktis, murah dan aman. Banyak keuntungan yang bisa diambil dari produk makanan yang difermentasi baik dari sifat-sifat organoleptik (indrawi), peningkatan nilai gizi ataupun sanitasi. Keunggulan dari makanan fermentasi antara lain
1.memberikan penampakan, dan cita rasa yang khas, misalnya pada tempe, oncom, tauco, berbeda dari penampakan atau rasanya dengan bahan aslinya kedelai.
2.mempunyai aroma yang lebih menyenangkan dengan terbentuknya asam, alkohol, ester dan senyawa pembentuk aroma lainnya pada produk bir, yoghurt, keju, kecap, anggur,acar, tape, tauco, brem.
3.menurunkan senyawa beracun seperti anti tirosin pada kedelai, yang kadarnya menurun bila dijadikan tempe.
4.Meningkatkan nilai gizi, karena mikroba bersifat memecah senyawa kompleks memjadi senyawa sederhana. Misalnya Rhizopus oligosporus dapat meningkatkan vitamin B12 pada tempe
Jenis-Jenis Investasi
Ciri-ciri investasi di sektor real ini adalah tidak mutlak memerlukan perantara. Informasi bisa didapat secara langsung dari lapangan, karena obyek investasinya bisa dilihat secara nyata, misalnya mutu bangunan ruko yang kita beli, dapat kita lihat langsung dari tampilan bangunan-bahan bangunannya baik, warnanya cocok, ukurannya tepat dan lain sebagainya.
Sedang financial asset investment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga disebut portfolio investment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikatkan aset pada surat-surat berharga (securities), yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam,mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antar pribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya, kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.
Nah bagaimana bagan investasi yang terjadi secara keseluruhan?
Perhatikan skema gambar dibawah ini:
Gambar 6.2 Struktur Investasi
Pada era tahun 70 hingga akhir 90 an, mereka yang awam lebih terbiasa dengan investasi sektor riil seperti sektor properti dan perkebunan. Namun setelah masa krisis moneter menimpa negara kita, para investor mulai mencari jenis investasi dengan return yang besar dalam tempo yang singkat dan disinilah trend investasi sektor finansial mulai booming.
Investasi sektor riil (properti misalnya) umumnya membutuhkan modal yang besar dan memakan waktu yang relatif lama untuk berkembang, dikarenakan besarnya modal maka likuiditasnya tidak secepat sektor finansial. Ambillah contoh bila kita membeli sebuah rumah untuk investasi. Kelebihan dari produk ini adalah nilainya yang tidak pernah menurun bahkan selalu meningkat. Namun di sisi lain, setelah beberapa tahun, ketika Anda hendak mencairkan investasi Anda, maka Anda harus mencari seseorang yang memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah Anda yang nilainya mungkin sudah naik puluhan hingga ratusan persen. Mencari pembeli yang seperti ini tidaklah mudah, disinilah masalah likuiditas terjadi.
Lain halnya dengan sektor finansial. Investasi pada sektor ini memiliki kecenderungan lebih likuid dan return yang relatif lebih besar, sebanding dengan resikonya. Kelebihan lainnya adalah banyaknya produk investasi yang ditawarkan pada sektor ini.
Paradigma Investasi
Apa yang membuat Anda mau sibuk bekerja setiap hari? Apakah hanya untuk kesenangan belaka? Apakah agar supaya Anda bisa tetap hidup? Atau, apakah Anda memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapai? Ya, tujuan.
Anda mungkin ingin menyekolahkan anak Anda setinggi mungkin. Anda mungkin ingin bisa pensiun dalam waktu lima belas tahun mendatang. Anda mungkin ingin pergi berlibur di akhir tahun, membeli rumah dalam waktu dua tahun mendatang, membeli kendaraan di tahun depan, dan seterusnya.
Dalam kenyataannya, tidak semua orang bisa mencapai tujuan-tujuan yang sudah dia tetapkan. Ada kalanya beberapa tujuan tidak bisa dicapai. Contoh yang paling sering terjadi adalah pendidikan anak. Kadang-kadang, seorang anak tidak selalu bisa kuliah di perguruan tinggi yang dia inginkan, hanya karena orang tuanya tidak mampu membiayai. Ada kalanya seseorang juga terpaksa harus terus bekerja sampai tua di saat seharusnya ia sudah bisa santai menimang cucu. Ada juga orang yang tidak pernah bisa membeli rumah baru karena penghasilannya dirasa tidak pernah bisa mencukupi.
Salah satu penyebab terjadinya hal-hal seperti itu adalah karena banyak orang yang hanya sekedar memiliki tujuan, tapi tidak tahu bagaimana cara mencapainya. Itulah sebabnya, seseorang tidak hanya memerlukan sebuah tujuan. Ia juga memerlukan sebuah cara tentang bagaimana ia bisa mencapai tujuan itu.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan untuk mengapai tujuan diatas:
~ Menabung
Menabung adalah investasi jangka panjang untuk kelangsungan hidup Anda dan keluarga, dan tentukan target yang realistis dalam menentukan berapa jumlah dana yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama.
~ Asuransi
Untuk proteksi Anda sekeluarga, asuransi kesehatan merupakan hal yang wajib. Anda harus ingat, sebanyak apapun dana pensiun yang Anda miliki belum tentu dapat menutupi kebutuhan pengeluaran kesehatan yang jumlahnya tak sedikit. Oleh karena itu asuransikanalah kesehatan Anda dan keluarga.
~ Investasi
Apapun bentuknya, investasi dapat menjadi solusi untuk kehidupan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, putarlah uang yang Anda miliki sekarang agar terus berputar dan tidak akan habis.
Dari ketiga hal diatas, Investasi lebih banyak dipilih untuk mengatur serta meningkatkan likuiditas keuangan keluarga. Tujuan dari investasi cukup jelas: sebuah keuntungan. Entah hanya beberapa persen dalam satu tahunnya atau bahkan puluhan hingga ratusan persen setahun. Namun tujuan utama dari investasi adalah keuntungan. Jika keuntungan tidak tercapai maka investasi dikatakan gagal.
Banyak bisnis yang dapat dilakukan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, tentu semuanya bertujuan untuk mendapatkan nilai tambah atau keuntungan di kemudian hari. Orang membeli sebidang tanah dengan harapan nantinya harga tanah tersebut menjadi lebih mahal. Orang menyimpan uangnya di bank dengan harapan mendapatkan bunga dari simpanannya itu. Secara umum, semua tindakan di atas dapat dikategorikan sebagai tindakan investasi.
Bagi masyarakat modern, kata investasi tentu tidak asing lagi. Bisa jadi setiap hari kita mendengar kata itu. Sebab, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin tidak bersedia membiarkan asetnya menjadi tidak berkembang dan untuk mengembangkan aset tersebutlah maka diperlukan investasi. Bagi sebagian masyarakat lainnya, barangkali telah melakukan investasi tetapi tidak menyadari¬nya, seperti para petani dan peternak di pedesaan.
Jadi apa sebenarnya yang dimaksud dengan investasi tersebut? Banyak pakar yang telah merumuskan definisi investasi ini. Sharpe et all (1993), misalnya, merumuskan investasi dengan pengertian berikut: mengorbankan aset yang dimiliki sekarang guna menda¬patkan aset pada masa mendatang yang tentu saja dengan jumlah yang lebih besar. Sedang Jones (2004) mendefinisikan investasi sebagai komitmen menanamkan sejumlah dana pada satu atau lebih aset selama beberapa periode pada masa mendatang.
Definisi yang lebih lengkap diberikan oleh Reilly dan Brown, yang mengatakan bahwa investasi adalah komitmen mengikatkan aset saat ini untuk beberapa periode waktu ke masa depan guna mendapatkan penghasilan yang mampu mengkompensasi pengor¬banan investor berupa:
1. Keterikatan aset pada waktu tertentu
2. Tingkat inflasi
3. Ketidaktentuan penghasilan pada masa men¬datang.
Dari definisi yang disampaikan ketiga pakar investasi tersebut kita bisa menarik pengertian investasi, bahwa untuk bisa melakukan suatu investasi harus ada unsur ketersediaan dana (aset) pada saat sekarang, kemudian komitmen mengikatkan dana tersebut pada obyek investasi (bisa tunggal atau portofolio) untuk beberapa pe¬riode (untuk jangka panjang lebih dari satu tahun) di masa menda¬tang. Selanjutnya, setelah periode yang diinginkan tersebut tercapai (jatuh tempo) barulah investor bisa mendapatkan kembali asetnya, tentu saja dalam jumlah yang lebih besar, guna mengkompensasi pengorbanan investor seperti yang diungkapkan Reilly dan Brown.
B. Resiko Investasi
Namun demikian, apakah dengan demikian semua investasi memberikan keuntungan? Tentu saja tidak. Kenyataannya kita tidak sedang berada di area hitam putih dimana semuanya terlihat jelas seperti teori yang diajarkan di buku. Kita lebih berada di dunia yang abu-abu dimana seringkali faktor eksternal dapat menyebabkan guncangan-guncangan dalam investasi kita.
“Beranikah kita mengambil risiko dalam berinvestasi?” Pertanyaan ini mungkin sering terlontar bila Anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan Anda punya uang Rp 25 juta, dan Anda bingung apakah akan menaruhnya di bank atau di tempat lain. Kalau ditaruh di bank, Anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran investasi di tempat lain seringkali cukup besar dan sangat menggoda, sehingga ini kadang-kadang menakutkan Anda.
Sebuah investasi pasti ada risikonya. Pada umumnya ada tiga (3) resiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka berinvestasi yaitu :
1. Turunnya Nilai Investasi
Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah “Apakah uang kita akan hilang?” Kebanyakan orang mungkin menjawab “tidak” kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya resiko pasti ada dalam setiap investasi. Hanya bedanya adalah di ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil. Yang jelas, satu hal yang paling ditakuti orang, sekali lagi adalah: “Apakah uang kita akan hilang?”
Kalau sekarang Anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 30 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau enggak mengalami, ya enggak belajar, kan?
2. Sulitnya Produk Investasi itu Dijual
Risiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal.
Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang Koleksi. Barang-barang koleksi umumnya tidak selalu mudah dijual kembali karena pasar pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, tidak selalu mudah menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan buat orang yang menjualnya.
Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk investasi Anda bisa dijual kembali. Jangan sampai Anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena barangnya memang sulit dijual.
3. Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa
Bayangkan kalau Anda berinvestasi di deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen? Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, tetapi karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai.
Iya dong, beberapa dari Anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya adalah bahwa Hasil Investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus Anda alami dari tahun ke tahun, maka Anda akan bangkrut.
Apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk investasi lain yang mungkin Anda belum tahu, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Lama-kelamaan, Anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.
Senin, 02 Maret 2009
TERASI

Bersantap dengan menu khas Sunda, tanpa sambal terasi? Wah, kurang lengkap itu. Tanpa sambal terasi, maka nasi putih hangat, ikan bakar, dan lalapan yang terhidang di meja makan, tak akan terasa nikmat.
Sepintas, terasi tampak sepele. Walau begitu kehadirannya sangat berarti. Banyak orang menggemarinya. Tak cuma pada sambal, terasi juga menjadi bahan penyedap berbagai jenis masakan, dari nasi goreng sampai sayur asam.
Sebagai penyedap masakan, terasi merupakan warisan yang secara turun-temurun diproduksi masyarakat nelayan di Indonesia. Saat ini, terasi masih diproduksi secara tradisional. Beberapa daerah yang terkenal sebagai penghasil terasi adalah Bagansiapi-api. Namun, tak sedikit kota di Pulau Jawa yang dikenal sebagai sentra industri rumah tangga terasi. Sebut saja misalnya, Sidoarjo, Rembang, Indramayu, Cirebon, serta Pati.
Tiga jenis terasi
Ada beberapa jenis terasi. Bila dilihat dari bahan dasar yang digunakan, terdapat tiga macam terasi. Ada terasi udang, ikan, dan terasi campuran antara ikan dan udang. Masyarakat sendiri tampaknya lebih menyukai terasi udang, karena aromanya lebih sedap dan rasanya lebih lezat. Terasi memang bukan bahan pangan utama seperti ikan atau daging. Ia hanya sejenis bumbu atau bahan penyedap rasa. Sebagai bahan penyedap rasa atau penambah selera makan, terasi tidak banyak memiliki kandungan gizi. Soalnya, terasi itu bukan sumber gizi dan hanya bahan tambahan. Selain itu, penggunaannya dalam masakan juga tidak terlalu banyak.
Selain itu, jika dilihat dari derajat keasaman (pH), maka terasi bukanlah bahan yang terlalu aman untuk dikonsumsi. Sebab, derajat keasaman yang dikandung terasi lebih dari 5. Untungnya, kandungan air bebas atau air tidak terikat dalam terasi sangat rendah, yakni 0,6. Dengan begitu, terasi tidak mudah ditumbuhi kuman atau mikroba patogen. Biasanya, kuman patogen mudah tumbuh subur dalam bahan yang mengandung air bebas di atas 0,9.
Hal lain yang perlu di perhatikan berkait dengan terasi adalah mutunya. Kualitas terasi yang beredar di pasaran sangat tergantung pada mutu bahan baku, cara pengolahan, dan pengemasan produk. Terasi yang berkualitas baik, salah satunya bisa ditandai oleh warnanya, yaitu berwarna gelap atau hitam kecokelatan. Warna hitam pada terasi adalah alami. Warna itu berasal dari pigmen ikan atau udang. Selain pigmen heme, pada ikan maupun udang juga mengandung karotenoid, yaitu sekelompok pigmen yang memberikan warna kuning, jingga, atau merah. Tunaxantin merupakan pigmen ikan laut yang karakteristik, sedangkan astaxantin merupakan pigmen terpenting yang terdapat pada udang.
Warna terasi yang kehitaman juga sering disebabkan oleh adanya penambahan gula merah (aren). Penambahan gula merah dilakukan pada pembuatan terasi di berbagai daerah. Penambahan gula merah tersebut menyebabkan terjadinya reaksi Maillard (reaksi pencokelatan), yaitu antara gugus amino dari protein dengan gugus karboksil gula pereduksi dari gula merah.
Agar terasi menjadi lebih menarik, sering ditambahkan bahan pewarna dari luar. Pewarna alami yang paling umum dipakai adalah pewarna merah yang berasal dari angkak, yakni produk dari beras yang difermentasi dengan Monascus purpureus.
masyarakat hendaknya menghindari terasi yang berwarna merah. Sebab, warna merah itu berasal dari bahan pewarna rhodamin B yang biasa digunakan untuk tekstil. Tambahan pewarna rhodamin B akan membuat terasi tampak sangat merah dari luar, bahkan warna merah itu menembus hingga ke dalam.
Rhodamin B sendiri, karena berbahaya untuk kesehatan, telah dilarang penggunaannya sejak 1978. Penelitian menunjukkan, penggunaan rhodamin B yang terus-menerus bisa menyebabkan munculnya penyakit kanker hati, ginjal, dan kandung kemih.
Pada umumnya terasi yang enak dibuat dari udang-udang kecil (Atya sp) yang berwarna putih kelabu dengan sirip kemerah-merahan (biasa disebut rebon). Namun, karena rebon tidak dapat diperoleh sepanjang tahun (musim), terasi lebih sering dibuat dari ikan. Terasi ikan sering dibuat dari ikan-ikan kecil seperti teri (Stolephorus spp.) dan sisa-sisa pengolahan udang berukuran besar (Penaidae) , yang kurang laku dijual segar atau kurang baik untuk dibuat ikan asin.. Sedangkan bahan tambahan pokok dalam pengolahannya adalah garam dapur (NaCl).
Dikenal di Luar
Pembuatan terasi di Pulau Jawa umumnya menggunakan bibit terasi yang berasal dari daerah Bagansiapi-api. Pembuatan terasi menggunakan bibit terasi dilakukan dengan mencampurkannya ke dalam bahan baku yang digunakan. Campuran tersebut digiling, dihancurkan, dicetak, dijemur, dibungkus, lalu dipasarkan. Kadang-kadang ditambah rempah-rempah atau bumbu untuk menambah cita rasa produk yang dihasilkan.
Perbandingan antara bibit terasi dan bahan campuran lain sangat bervariasi tergantung pada mutu terasi yang diinginkan. Makin banyak bibit yang digunakan, makin baik mutu terasi yang dihasilkan. Produk semacam terasi juga dikenal di negara-negara lain dengan sebutan yang berbeda, seperti belachan (Malaysia), kapi (Thailand), bagoong atau alanang (Filipina), prahoc atau mom tom (Kamboja), padec (Laos), mam-ton (Vietnam), ngapi (Birma), dan gyoniso (Jepang). Proses pembuatan di setiap negara sangat bervariasi, tetapi pada dasarnya sama, yaitu penggaraman dan fermentasi.
Hasil Proses Fermentasi
Manfaat utama terasi adalah sebagai komponen bumbu, yaitu untuk membuat sambal dan bumbu masak lainnya. Terasi digunakan terutama karena baunya yang tajam dan khas.
Mutu terasi sangat dipengaruhi oleh mutu bahan baku, cara pengolahan, dan penanganan produk akhir. Selama fermentasi, protein akan terhidrolisis menjadi turunannya oleh enzim proteolitik yang terdapat dalam daging atau jeroan ikan atau oleh enzim yang dihasilkan oleh mikroba. Penggunaan jeroan ikan menjadi penting dalam pembuatan terasi. Sebab, enzim yang dihasilkannya dapat memecah protein lebih baik, dibandingkan dengan enzim yang terdapat pada bagian dagingnya. Oleh karena itu, sebaiknya ikan yang akan digunakan dalam pembuatan terasi adalah ikan utuh (dengan jeroannya). Jenis mikroba yang tumbuh selama fermentasi akan sangat mempengaruhi mutu terasi yang dihasilkan. Bakteri terutama berperan dalam pembentukan cita rasa dan aroma terasi yang khas. Selama proses pembuatan terasi, muncul bau asam yang berasal dari asam laktat. Tidak mengherankan bila pada terasi terkandung senyawa bermanfaat seperti laktobasilin. Sejauh ini, mikroba yang berperan dalam proses fermentasi pada terasi belum diketahui dengan jelas. Akan tetapi Jenis bakteri laktat yang terlibat langsung pada pembuatan makanan dan minuman fermentasi adalah Lactobacillus acidophilus, L fermentum, L casei, dan L lactis.
BAKTERI laktat (lactobacillus) merupakan kelompok mikroba dengan habitat dan lingkungan hidup sangat luas, baik di perairan (air tawar ataupun laut), tanah, lumpur, maupun batuan. Bakteri ini juga menempel pada jasad hidup lain seperti tanaman, hewan, serta manusia.
Pada manusia, sejumlah bakteri laktat ditemukan di usus, aliran darah, paru-paru, serta mulut. Pada vagina yang merupakan organ reproduksi wanita, tercatat delapan jenis bakteri laktat, antara lain Lactobacillus acidophilus, L fermentum, L brevis, L casei, L leichmannii, L lactis, L salivarius, dan L cellobiosus.
Asam laktat yang dihasilkan bakteri laktat dengan nilai pH (keasaman) 3,4-4 cukup untuk menghambat sejumlah bakteri perusak dan pembusuk bahan makanan dan minuman. Namun, selama proses fermentasi bakteri laktat terhadap sayuran, daging, dan ikan, bakteri laktat tidak hanya menghasilkan asam laktat dan laktobasilin. Dihasilkan pula senyawa tertentu yang dapat meningkatkan nilai organoleptik makanan dan minuman, termasuk rasa dan bau yang mengundang selera serta memperbaiki penampilan.
Bahkan sejak awal 1960-an telah dibuktikan oleh tim peneliti di lingkungan Laboratorium Mikrobiologi ITB bahwa selama pembuatan terasi ikan diproduksi sejumlah vitamin, khususnya B-12. Dengan demikian, memakan terasi-walau dalam jumlah terbatas melalui sambal maupun sayur asam- menjadi sumber asupan vitamin B-12.
Penelitian juga menunjukkan, laktobasilin yang dihasilkan asam laktat membuat bakteri fekal tidak aktif. Seperti diketahui, proses pembentukan kolesterol dan karsinogen (senyawa pemicu tumor) dimulai dari lemak yang akan berubah menjadi asam empedu yang kemudian menjadi sederet enzim, seperti azoreduktase, nitroreduktase, dan glukonireduktase. Enzim-enzim tersebut akan mengubah prokarsinogen menjadi karsinogen, yang antara lain memicu kanker usus, payudara, prostat, dan pankreas.
Proses pembentukan asam empedu dari lemak dirangsang oleh bakteri fekal atau bakteri coli yang berasal dari tinja atau feses. Tetapi dengan adanya laktobasilin, maka bakteri fekal menjadi tidak aktif sehingga proses perubahan lemak menjadi asam empedu juga terhenti.
Senyawa lain dari bakteri laktat adalah NI (not yet identified atau belum diketahui). Namun, senyawa ini sudah diketahui perannya dalam menghambat pembentukan kolesterol. Seperti diketahui, pembentukan kolesterol darah dimulai dari asetil Co-A yang berubah menjadi aseto-asetil Co-A. Ini seterusnya menjadi NADH yang berubah menjadi asam nevalonat dan NAD. Berikutnya setelah berubah menjadi isopentil pirofosfat, squalen, akhirnya menjadi kolesterol.
NI bekerja menghambat enzim 3-hidroksi 3-metil glutaril reduktase yang akan mengubah NADH menjadi asam nevalonat dan NAD. Dengan demikian, rangkaian senyawa lain yang akan membentuk kolesterol juga terhambat.
Karena itu bisa dikatakan kalau kehadiran makanan dan minuman yang diasamkan secara alami dengan fermentasi bakteri laktat, bisa membantu pengonsumsinya mencegah munculnya kolesterol dan kanker.
Hasil penguraian protein bisa berupa pepton, peptida, dan asam-asam amino. Proses fermentasi juga menghasilkan amonia, yang mengakibatkan terasi mentah mempunyai aroma yang kurang sedap. Asam amino esensial tertinggi pada terasi adalah leusin, sedangkan yang nonesensial adalah asam amino glutamat. Tingginya kadar asam glutamat tersebutlah yang membuat terasi enak digunakan sebagai komponen bumbu. Terasi bahkan dapat digunakan sebagai pengganti penyedap rasa yang berupa monosodium glutamat (vetsin).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeraman atau proses fermentasi ikan untuk terasi dapat menghasilkan aroma yang khas. Komponen aroma tersebut adalah senyawa yang mudah menguap, yang terdiri dari 16 macam senyawa hidrokarbon, 7 macam alkohol, 46 macam karbonil, 7 macam lemak, 34 macam senyawa nitrogen, 15 macam senyawa belerang, serta 10 macam senyawa lainnya.
Senyawa-senyawa tersebut antara lain menghasilkan bau amonia, asam, busuk, gurih, dan bau-bau khas lainnya. Adanya campuran komponen bau yang berbeda dengan jumlah yang berbeda akan menyebabkan terasi mempunyai bau atau aroma khas, menurut daerah asal dan proses pembuatannya
Proses Pembuatan
Sebagai bahan tambahan penyedap makanan (krupuk, sambal, bumbu soup/sayur) terasi telah diproduksi, dikenal dan digemari hampir di seluruh Indonesia. Produk akhir terasi yang dipasarkan umumnya berbentuk pasta, baunya menyengat, liat lengket, harus dimasak (dibakar, digoreng/ dikukus) terlebih dahulu, sehingga cukup menyulitkan dalam penyimpanan dan penggunaannya. Bahan baku yang umum digunakan adalah jenis udang berukuran kecil atau rebon (Atya spp.), selain itu juga jenis ikan lainnya seperti teri (Stolephorus spp.) dan sisa-sisa pengolahan udang berukuran besar (Penaidae). Sedangkan bahan tambahan pokok dalam pengolahannya
adalah garam dapur (NaCl). Teknik-fisik proses pengolahan terasi pasta mencakup pencampuran (pelumatan) adonan bahan terasi, pemeraman (fermentasi), penggilingan/ penumbukan, penjemuran dan pembentukan. Pengolahan ini telah disempurnakan dengan introduksi teknik pemanggangan/pengeringan, penggilingan (penghalusan) dan pengemasan sebagai proses lanjutan dan dihasilkan terasi bubuk masak dalam kemasan 100 g yang aromanya lebih diterima, siap dan mudah digunakan serta mudah disimpan.
II. BAHAN DAN PERALATAN
Bahan :
1. Rebon basah ……... 100 kg
2. Garam dapur (NaCl) 20 kg
3. Air tawar secukupnya
Peralatan :
1.Ember plastik ukuran 30 l
2.Pengaduk dari kayu 1 bh
3.Keranjang plastik 2 bh a 50 l
4.Lumpang + penumbuk 1 bh
5.Gilingan daging 3 kg 1 bh
6. Oven 1 bh
4.Pengemas berupa gelas
bertutup dari bahan plastik
(food grade) ukuran100 g.
7.Para-para dari waring
(0.5 x 0.75 m) 20 bh
8.Karung plastik 50 kg 2 bh
9.Pengepres ulir 1 bh
10. Grinder 1 bh
Minggu, 01 Maret 2009
Global Warming - Apa dan mengapa
Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.
Pada sekitar tahun 1820, Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).
Tiga puluh tahun kemudian, Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.
Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbondioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.
Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.
Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa dunia telah mengalami peningkatan temperatur lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 - yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Sejak tahun 1900 Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.
Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signifikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya “An Inconvenient Truth”
sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).
Dari gambar terlihat bahwa karbon-dioksida adalah penyumbang utama gas kaca. Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu (paleoklimatologi), dimana selama 650 ribu tahun hanya terjadi peningkatan dari 180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati masih terdapat variasi tahun per tahun.
Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 - 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N2O) dari 270 ppb - 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.
Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.
Global Warming 2007, Tahun Terpanas Kedua di Bumi


Jumat, 27 Februari 2009
Bagaimana memulai pendidikan lingkungan hidup? Pendidikan Lingkungan Hidup harus dimulai dari HATI. Tanpa sikap mental yang tepat, semua pengetahuan dan keterampilan yang diberikan hanya akan menjadi sampah semata.
Untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, proses yang paling penting dan harus dilakukan adalah dengan menyentuh hati. Jika proses penyadaran telah terjadi dan perubahan sikap dan pola pikir terhadap lingkungan telah terjadi, maka dapat dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan hidup, serta peningkatan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup
